Aku melihat sang calon presiden itu merangkul si lelaki tua. Teman masa kecilnya, di Sekolah Rakyat. Orang yang sering menggendongnya ketika bermain, katanya. Saling bertanya kabar, lalu lelaki tua itu bercerita tentang rumahnya di kampung yang hampir roboh.
“Nanti kita perbaiki sama-sama,” kata si calon presiden, “itulah gunanya kau berteman dengan saya…”

Aku tertegun. Andai semua persoalan bisa selesai seperti itu cepatnya. Ada 40 juta orang miskin di luar sana. Dan orang yang kau sebut penganggur, bisa memanjang dari Sabang sampai Merauke lalu kembali lagi ke Sabang bila disuruh berbaris.
Kapan mereka semua ada yang merangkul dan membisikinya, “Itulah gunanya kau berteman dengan saya.”. |

Fauzan Mukrim

Fauzan Mukrim

Pekerja TV swasta. Tinggal di pinggiran Jakarta bersama istrinya, Desanti, dan dua anaknya, River dan Rain.
Fauzan Mukrim

Latest posts by Fauzan Mukrim (see all)

Fauzan MukrimRiverFloAku melihat sang calon presiden itu merangkul si lelaki tua. Teman masa kecilnya, di Sekolah Rakyat. Orang yang sering menggendongnya ketika bermain, katanya. Saling bertanya kabar, lalu lelaki tua itu bercerita tentang rumahnya di kampung yang hampir roboh.'Nanti kita perbaiki sama-sama,' kata si calon presiden, 'itulah gunanya kau berteman...B e r b a g i -- H a n y a -- y a n g -- B a i k