Tamu Tengah Malam

Tinggal di sebelah rumpun bambu, kalau ada ketukan pintu jam segitu, kadang mikirnya bukan siapa tapi apa yang ngetuk. Mungkin jika tak membeli benda yang cuma ada di toko kami, ada nyawa yang terancam mati. Halah. Ini jelas dramatisasi over dosis.

Balada Calon Debitur

Kau bayangkan, ada seorang ibu yang masih merasai perih sehabis melahirkan, berjalan menyusuri hampir separuh Jakarta hingga kelelahan dan berhenti untuk rebah di mana saja.

River, di pekerjaanku ini aku sudah sering melihat ayah-ayah yang nyaris tak berdaya melawan nasib buruk. Tapi sejak kamu lahir, Nak, setiap kali melihat kejadian semacam itu, satu-satunya hal yang ingin aku lakukan adalah segera pulang ke rumah –iya, rumah kontrakan kita itu– dan memeluk kalian berdua. Kamu dan ibumu. Itulah rasa aman sederhana yang bisa aku sediakan.

Mommy in Plastic Boots

Kira-kira 15 tahun yang lalu, dia mempercayakan hidupnya kepada seseorang. Seorang laki-laki yang kemudian menjadi suaminya. Laki-laki yang sama yang lalu meninggalkannya begitu saja ketika ia usia kandungannya memasuki tujuh bulan. Anaknya lahir tanpa ayah yang menungguinya. Anak itu sekarang sudah kelas 8 SMP.