Menteri Kebahagiaan

Tampaknya, dengan pembentukan Kementrian Kebahagiaan yang dikelola oleh perempuan cerdas Ohood Al Roumi ini, masyarakat UAE akan semakin berbahagia. Tentu saja ini akan terlihat kontras dengan bagian lain di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik antar kelompok yang berkepanjangan. Semoga kebahagiaan di negeri kecil ini menjalar ke kawasan lain di sekitarnya, bahkan seluruh dunia. Amin.

Masih Ada Tuhan di Kalijodo

Jelang detik-detik akhir pengusuran Kali Jodo, banyak cerita yang tercecer di tempat kelam ini, kiranya foto cerita ini dapat sedikit mewakilkan kerapuhan jiwa anak manusia serta lingkungannya kembali menyandarkan hati mereka pada sang Maha Kuat sebagai pelindung mereka.

Membayangkan Jakarta Besok

Selalu ada kelompok-kelompok kecil yang memimpikan perbaikan untuk kota ini, yang tidak puas hanya menjadi tukang teriak tanpa solusi. Mereka yang beranggapan untuk hidup di Jakarta tidak melulu harus menunggu uluran tangan pemerintah atau penyelenggara negara

Sebelum November Berakhir

Dalam wawancara dengan majalah Tempo edisi 28 November 2011 kemarin, saat ditanya soal keadilan bagi korban Santa Cruz, Ramos Horta, presiden Timor Leste, menjawab: “Itu sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Kami melihat ke depan, tidak ke belakang…”

Yue Yue Akhirnya Pergi

Tidak lama lagi, Nak, mungkin di bulan Oktober ini, Bumi akan menyambut penduduk yang ke-7.000.000.000. Yue Yue yang akhirnya pergi hari ini akan selalu mengingatkan kita pada hal ajaib tentang manusia. Bahwa satu angka dari 7 milyar itu bukanlah sekadar hitungan. Bukan sekadar statistik.

Yue Yue akhirnya pergi, Nak. Meninggalkan kita bertarung dengan diri sendiri.

Kasur

Jika Aku Menjadi namanya, Nak. Sudah cukup lama juga program ini tayang di stasiun tempat kerjaku. Seingatku ide awalnya dikerjakan oleh Mas Satrio Arismunandar. Episode…

Norman Kamaru

Norman dan Pak A

Briptu Norman hadir untuk menyampaikan pesan bahwa nasib tak ubahnya jalan raya yang tak bisa kita tebak kelokannya. Bermula dari seorang petugas jaga pada sebuah kantor polisi di propinsi baru mekar, Norman pulang sebagai sosok yang dielu-elukan, bertengger di atas kendaraan Barakuda dan melambai kepada khalayak dengan posisi tangan sejajar tubuh persis Putri Indonesia.

Ulasan Sepakbola

Seketika aku sadar bahwa ada orang yang terancam kehilangan pekerjaan. Di tengah-tengah kami berteriak-teriak tadi seperti orang kesurupan menonton bola, rupanya ada orang yang resah memikirkan hari esoknya seperti apa. Dia berjalan di antara kami, memunguti sampah dan kotoran di bawah kaki kami, dengan hatinya yang mungkin tak karuan. Beredar dari kantong sampah satu ke kantong sampah yang lain.

“Kids Will Be Kids”

Bagi Ibu Sumarsih, betapapun sang anak telah gugur belasan tahun yang lalu, tak ada yang berubah. Wawan tetap seorang anak baginya. Seorang anak yang berhak mendapatkan limpahan cintanya.

Melihat matanya yang lembut dan rambutnya yang memutih itu, aku kembali dibuat percaya pada sebuah hal yang tanpa sadar sering terlupa. Aku dan Bu Sumarsih beda agama, tapi kami satu “keyakinan”, keyakinan pada kekuatan cinta seorang ibu.