Gerhana Matahari, Kesalahan Einstein, dan Pentingnya Kritikus

Bagian ke 2 dari 2 artikel dalam Topik : Gerhana Matahari Total 2016

Orang Indonesia baik besar maupun kecil sudah menyadari bila gerhana matahari adalah peristiwa fenomenal. Menonton beberapa video orang-orang yang bertakbir, mengingat kekuasaan Tuhan di saat gerhana sempurna dan bumi menjadi gulita mengingatkan ketakutan saya waktu gerhana dulu di desa.

Menteri Kebahagiaan

Tampaknya, dengan pembentukan Kementrian Kebahagiaan yang dikelola oleh perempuan cerdas Ohood Al Roumi ini, masyarakat UAE akan semakin berbahagia. Tentu saja ini akan terlihat kontras dengan bagian lain di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik antar kelompok yang berkepanjangan. Semoga kebahagiaan di negeri kecil ini menjalar ke kawasan lain di sekitarnya, bahkan seluruh dunia. Amin.

Gerhana Matahari 1983 dan Kisah Saribulang

Bagian ke 1 dari 2 artikel dalam Topik : Gerhana Matahari Total 2016

Ingatan tentang gerhana matahari di tahun 1983 selalu memunculkan satu nama di kepala saya, Saribulang. Beberapa hari selepas peristiwa gerhana matahari – yang oleh pemerintah Orde Baru diperlakukan sebagai peristiwa yang “berbahaya bagi mata”, nama Saribulang melesat kondang terutama di utara Makassar.

Yang Mau dan yang Malu: Calon Presiden Keturunan Tionghoa

Bagian ke 1 dari 2 artikel dalam Topik : Menuju Jakarta Baru (Lagi)

Beberapa tahun terakhir setidaknya ada tiga tokoh Tionghoa yang terlihat aktif membangun pondasi dan mulai memancang tiang dan tangga menuju tampuk kepemimpinan nasional. Mereka didukung modal yang besar, jaringan yang kuat, dan tentu saja kemampuan mengelola isu untuk tetap berkisar di antara para bintang.

Ulasan Sepakbola

Seketika aku sadar bahwa ada orang yang terancam kehilangan pekerjaan. Di tengah-tengah kami berteriak-teriak tadi seperti orang kesurupan menonton bola, rupanya ada orang yang resah memikirkan hari esoknya seperti apa. Dia berjalan di antara kami, memunguti sampah dan kotoran di bawah kaki kami, dengan hatinya yang mungkin tak karuan. Beredar dari kantong sampah satu ke kantong sampah yang lain.

“Kids Will Be Kids”

Bagi Ibu Sumarsih, betapapun sang anak telah gugur belasan tahun yang lalu, tak ada yang berubah. Wawan tetap seorang anak baginya. Seorang anak yang berhak mendapatkan limpahan cintanya.

Melihat matanya yang lembut dan rambutnya yang memutih itu, aku kembali dibuat percaya pada sebuah hal yang tanpa sadar sering terlupa. Aku dan Bu Sumarsih beda agama, tapi kami satu “keyakinan”, keyakinan pada kekuatan cinta seorang ibu.