Masih Ada Tuhan di Kalijodo

Jelang detik-detik akhir pengusuran Kali Jodo, banyak cerita yang tercecer di tempat kelam ini, kiranya foto cerita ini dapat sedikit mewakilkan kerapuhan jiwa anak manusia serta lingkungannya kembali menyandarkan hati mereka pada sang Maha Kuat sebagai pelindung mereka.

Tamu Tengah Malam

Tinggal di sebelah rumpun bambu, kalau ada ketukan pintu jam segitu, kadang mikirnya bukan siapa tapi apa yang ngetuk. Mungkin jika tak membeli benda yang cuma ada di toko kami, ada nyawa yang terancam mati. Halah. Ini jelas dramatisasi over dosis.

Mengapa Bahasa Indonesia Penting?

Bagian ke 1 dari 3 artikel dalam Topik : Bahasa Indonesia & Kita

Para perumus bangsa Indonesia adalah pemimpin bangsa yang berhasil menggunakan bahasa untuk menyatukan wilayah-wilayah yang terpisah-pisah secara fisik. Kita bisa menggunakan Bahasa Indonesia di manapun di seluruh wilayah Indonesia. Tidak seperti di Belgia, bergerak beberapa kilometer ke Utara atau ke Selatan saja, sudah harus berganti bahasa.

Ambe’ Korang, Pengukir Tau Tau Buku dari Rembon

Ide pembuatan patung tulang menurut Ambe’ Korang datang begitu saja. Ia memperhatikan kebiasaan masyarakat Toraja yang selalu memotong kerbau dan sapi dalam jumlah yang banyak dalam setiap pesta adat. Tulang belulang dari sampah pesta-pesta itulah yang dimanfaatkan Ambe’ Korang untuk dijadikan Tau Tau yang bernilai seni dan bernilai ekonomi.

semesta kobokan

Semesta Kobokan

Semesta kobokan sejatinya bukan hanya sebatas meja makan, atau meja operasi di Rumah Sakit. Ia menyimpan semacam pesan yang luhur. Kegunaan azalinya memang untuk membersihkan tangan sebelum makan, tapi kobokan juga semacam kiasan bahwa hidup ini mesti sering-sering dibersihkan.

Joey Alexander - TED

Now and Then

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari jangan kita yang ditelan zaman. Kitalah yang harus menaklukkan zaman. Media perantara tidak seharusnya menjadi masalah. Termasuk dalam urusan mendidik bagi para orang tua.

Yue Yue Akhirnya Pergi

Tidak lama lagi, Nak, mungkin di bulan Oktober ini, Bumi akan menyambut penduduk yang ke-7.000.000.000. Yue Yue yang akhirnya pergi hari ini akan selalu mengingatkan kita pada hal ajaib tentang manusia. Bahwa satu angka dari 7 milyar itu bukanlah sekadar hitungan. Bukan sekadar statistik.

Yue Yue akhirnya pergi, Nak. Meninggalkan kita bertarung dengan diri sendiri.