Opung, Sederhananya Sebuah Kebajikan

Artikel ke 8 dari 42 artikel dalam Topik : Lomba Menggunjing Tetangga 2016

lomba menggunjing tetangga-final1


Terlihat sosok tubuh pria tua renta dengan kulit yang menghitam serta rambut memutih sedang berjalan mengitari halaman rumah. Bunga kamboja yang beguguran di taman rumah milik beberapa penghuni dipungutnya satu persatu. Opung, begitulah orang-orang memanggilnya. Usianya menginjak sekitar 60 tahun. Opung tinggal di sebuah komplek perumahan wilayah Jakarta Barat, setidaknya ada 50 KK menempati perumahan ini. Opung merupakan sosok yang disegani dan amat dikenal oleh para warga sekitar bukan karena ia yang paling dituakan tetapi karena kerja kerasnya dalam pelestarian lingkungan komplek.

Setiap pagi di tengah hilir mudik para penghuni komplek yang sedang ber-jogging ria, Opung selalu muncul dengan kaos lusuhnya untuk memungut daun/bunga yang berguguran serta sampah-sampah plastik yang berserakan di jalan ataupun taman umum. Setiap sore, Opung selalu menyiram tanaman dan pepohonan di taman komplek. Belakangan ini ia membangun 4 buah polisi tidur di area blok perumahan yang rawan kecelakaan. Semua dilakukannya sendiri dengan tubuh tua rentanya. Terkadang juga Opung mencabut rumput-rumput liar di taman yang mulai meninggi dengan tangan kurusnya. Opung tidak pernah mengeluh. Pernah suatu hari ketika libur lebaran tidak ada satupun yang berjaga di pos keamanan karena seluruh petugas sedang cuti mudik.

Tengah malam, Opung datang dengan mata masih mengantuk berjaga di pos keamanan sendirian. Hal itu dilakukannya sepanjang hari hingga para petugas keamanan kembali dari mudiknya. Opung melakukan segala sesuatunya dengan senang hati dan pamrih ataupun imbalan. Banyak dari para penghuni komplek mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Opung namun ada juga beberapa penghuni yang mencibirnya. Jika dicibir, Opung hanya berdiam saja namun cibiran tidak menyurutkan semangatnya untuk bersumbangsih di lingkungan tempat tinggalnya berada.

Apa yang dilakukan oleh Opung merupakan hal umum dan biasa, namun hal yang paling biasa ini belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang. Dengan kesibukan yang kita hadapi sudahkah kita meluangkan waktu sejenak untuk lingkungan kita? Tidak perlu melakukan hal yang besar, cukup dengan melakukan hal yang paling kecil saja sudah cukup amat berarti. Sebuah niat baik walau sekecil apapun tetapi jika dilakukan akan membawakan berkah sebaliknya sebuah niat baik sebesar apapun tetapi jika tidak dilakukan hanyalah omong kosong belaka. Yuk, mari kita mulai mengabarkan hal baik sejak dini dan jangan pernah berhenti berbuat baik.

 

Penulis:

Mieyoda
Akun Fb : Michiyo Mieyo
Akun Twitter : Anne_reinhart
–Artikel ini diikutsertakan dalam yang diselenggarakan oleh The River Post – Berbagi Hanya yang Baik
Artikel dalam Topik Ini : << Dari Pojok Bekasi ke Luar NegeriMbah Sarpinah Sang Wonder Woman >>