Li Partic, Sociopreneur Multiprofesi

Jawa Timur merupakan provinsi dengan UKM terbanyak di Indonesia. Salah satu kabupaten di JawaTimur, yaitu Sidoarjo, juga dikenal sebagai kota UKM. Tercatat sebanyak 171.264 unit UKM pada tahun 2015. Itulah kota di mana saya tinggal. Di perumahan banyak saya temui orang-orang yang berwirausaha. Ada pedagang kelontong, penjaja makanan dengan gerobaknya, usaha laundry, usaha air minum isi ulang, depot, cafe, makanan basah, hingga produsen bolen. Namun, ada satu yang menarik perhatian saya yakni seorang wanita muda pengusaha teh pelancar ASI.

Namanya Li Partic. Dia tetangga saya satu kompleks. Saya mengenalnya dari komunitas blogger. Ya, dia juga sering menulis di blognya. Sebenarnya, selain berwirausaha, ia juga menekuni multiprofesi. Itulah yang saya pikir kehidupannya sangat menginspirasi.

 

Munculnya Ide Brilian, Enterpreneur Sosial

Li, panggilan akrabnya, memulai usaha tidak hanya berorientasi pada profit. Ia juga mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah sosial. Sebenarnya, usahanya saat ini diawali dari pengalaman pribadinya yang hampir gagal menyusui bayinya karena ASI sedikit. Li berusaha dengan berbagai suplemen dari dokter, jamu-jamuan, selain rajin memerah dan menyusui agar ASI-nya banyak. Namun, semua itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan sampai ia mencoba ramuan Madura dan Mediterania.

Efek ramuan itu luar biasa sehingga bisa menambah ASI hanya dalam waktu beberapa jam. Ternyata menurut jurnal-jurnal penelitian, bahan-bahan dalam ramuan Madura dan Mediterania tersebut memang bisa meningkatkan ASI hingga 900% dalam waktu 24-72 jam. Dari situlah kemudian muncul ide untuk menjadikan ramuan ini sebagai teh yang bisa membantu ibu menyusui. Jiwa sosialnya timbul, karena ia pun turut memikirkan bagaimana nasib ibu yang mengira ASI-nya sedikit. Jika ASI sedikit pasti bayinya diberi susu formula yang memiliki risiko-risiko kesehatan tertentu bagi bayinya. Sehingga ia lantas memasarkan pelancar ASI dalam bentuk teh yang tidak pahit pertama di Indonesia bernama ASI Booster Tea.

Li Partic saat menjajakan Dagangannya
Li Partic saat menjajakan Dagangannya

 

Penulis Produktif

Li Partic yang merupakan lulusan sarjana Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Brawijaya ini gemar menulis artikel life style di blognya lipartic.com. Sebenarnya ia memiliki passion di bidang kesehatan. Ia senang belajar masalah kesehatan personal, fitness, serta kesehatan ibu dan bayi. Kecintaan terhadap dunia kesehatan itu, membawanya menjadi narasumber di acara-acara kesehatan dan menuliskan buku.

Buku kesehatan yang pernah ditulisnya terbit pada tahun 2014, berjudul Perisai Segala Penyakit terbitan Elex Media. Selain itu, ia juga menulis Jilbab Bukan Jilboob (Gramedia, 2014). Sebagai pebisnis ia juga diminta untuk menelurkan karya tentang bisnis yang menyasar pembaca remaja. Tulisan terbarunya adalah tentang branding, yang diberi judul Komunikasi Penjualan Kreatif terbitan Sygma tahun 2016.

Li Partic Dengan Buku Karyanya
Li Partic Dengan Buku Karyanya

 

Konselor Menyusui dan Child Birth Educator

Li yang pernah meraih sejumlah penghargaan seperti Fuji Xerox Business Competition (2012), Wirausaha Muda Mandiri Regional Jawa Timur (2013), dan Anugerah Wirausaha Indonesia (2015) itu memanfaatkan usahanya untuk mengedukasi masyarakat tentang kehamilan dan menyusui. Ia kerap mengedukasi via media digital online seperti infografis, web khusus ibu dan anak nakibu.com, video, dan slide story. Profesi konselor menyusui dan child birth educator juga menjadikannya tempat curhat dan belajar bagi ibu-ibu hamil dan menyusui secara privat.

 

 

Li Partic Dalam Seminar AntiAging
Li Partic Dalam Seminar AntiAging

 

Impian yang Belum Tercapai

Li Partic senang bisa sekaligus membantu orang yang bermasalah dengan ASI-nya dan memberi support seputar dunia menyusui dan kelahiran bayi. Mengenai bisnis start up dan perjuangan edukasi ASI-nya ia mengatakan bahwa perjalanannya masih sangat panjang. Masih banyak orang yang belum tahu keberadaan produk tehnya. Salah satu penyemangat Li adalah gencarnya iklan susu formula. Iklan tersebut mengakibatkan dimana-mana orang-orang memiliki mindset bahwa susu formula membuat anak pintar, gemuk dan sehat. Mereka lebih bangga karena kemampuannya bisa membeli susu formula mahal dan mengesampingkan ASI. Padahal ASI sangat penting untuk dua tahun pertama kehidupan bayi.

“Jadi mengapa tidak, uang ratusan ribu sampai jutaan per bulan yang dikeluarkan untuk membeli susu formula, ditabung, disisihkan sebagian kecil untuk membeli ASI Booster Tea agar memperoleh ASI melimpah, karena ASI memiliki jutaan kali lipat manfaat dibanding susu buatan,” tuturnya.

Jejak langkah Li Partic inilah yang membuatku semangat dan menjadikannya inspirasi. Bahwa Ibu rumah tangga tak hanya nguplek di dapur saja, namun juga bisa bermanfaat buat orang lain. Walau dengan 2 Balita, Dia bisa membagi waktu antara kegiatan menulis, urusan pekerjaan rumah tangga, dan bisnisnya. Tak pernah mengeluh dan semua dilakukannya dengan happy.

Kunci keberhasilannya adalah menjalani segala kegiatan dengan niat sungguh-sungguh, konsisten, happy  dan yang terakhir pasrahkan semua kepada Allah di setiap langkah kebaikannya. Dia berharap bisnis teh pelancar ASI- nya berjalan lancar dan dapat membantu Ibu-Ibu yang kesulitan dalam memberikan ASI pada bayinya. Dan dengan Ikhlas Li akan selalu sharing dan menerima curhat Ibu-ibu yang pernah mengalami kesulitan memberikan ASI seperti yang pernah dialaminya dengan tulus ikhlas.

 

Penulis :

Tatit Ujiani Prasetyaningsih

FB : Tatit Ujiani
Twitter : @TatitUjiani

 

–Artikel ini diikutsertakan dalam yang diselenggarakan oleh The River Post – Berbagi Hanya yang Baik

Artikel dalam Topik Ini : << Kerennya Lemari Penyejuk Karung Goni Buatan TotoAa’ RT Emang Keren >>