Cara Asyik Sumbang Buku Ala Lemari Buku-buku

Artikel ke 21 dari 42 artikel dalam Topik : Lomba Menggunjing Tetangga 2016
Dapat salam dari adik-adik penerima buku. (Sumber: @lemaribukubuku/Instagram)
Dapat salam dari adik-adik penerima buku. (Sumber: @lemaribukubuku/Instagram)


Di antara sekian banyak cara orang melakukan kebaikan bagi sesama, cara yang dilakukan oleh Lemari Buku-buku cukup menarik perhatian saya. LBB mengumpulkan buku untuk anak-anak di berbagai daerah terpencil dengan cara yang unik. Untuk buku yang didonasikan melalui gerakan LBB, setiap donatur buku akan mendapatkan satu buah sketsa wajah yang digambar on the spot.

“Perkenalan” pertama saya dengan LBB terjadi pada hari Minggu, 31 Juli 2016. Sekitar jam 12 siang, seorang teman mengirimkan sebuah link tentang kegiatan LBB yang diadakan di Taman Pandang Istana, kawasan Monas, di sore hari yang sama. Buku-buku yang terkumpul kali ini akan disumbangkan ke anak-anak di daerah Flores.

Dengan iming-iming dibuatkan sketsa wajah secara gratis, tak perlu menunggu lama untuk kami putuskan datang. Yang menjadi masalah adalah, kami tidak memiliki buku anak-anak saat itu. Akhirnya, kami mampir ke toko buku sebelum datang ke Monas.

Saat kami datang, sudah ada sejumlah buku yang terkumpul dan beberapa donatur yang sedang antre untuk digambar wajahnya. Saya dan teman saya harus menunggu beberapa menit sampai tiba giliran kami.

Sesampainya di rumah, saya coba cari tahu lebih banyak tentang LBB, tapi sayang tak banyak informasi yang saya dapatkan selain akun di media sosial. LBB lebih aktif melakukan kampanye di Instagram dibandingkan media sosial yang lain seperti Twitter dan . Saya pikir, sayang sekali jika publikasi tentang kegiatan baik semacam ini tidak bisa menjangkau banyak orang dengan niat yang sama karena tidak semua orang punya akun Instagram. Kebaikan yang dilakukan oleh LBB ini layak diketahui oleh lebih banyak orang.

Beruntung, saya memiliki akses untuk melakukan wawancara dengan penggagas sekaligus orang yang membuat sketsa wajah para donatur, Rukii. Rukii memulai project ini pada akhir tahun 2013. Saat itu, seorang temannya bertanya apakah ia memiliki buku yang bisa disumbangkan ke salah satu sekolah di Magelang. Karena hanya memiliki sedikit buku yang bisa disumbangkan, ia mencari cara untuk bisa mengumpulkan lebih banyak buku.

Hobi “aneh” Rukii saat itu ternyata bisa dimanfaatkan. Kebetulan, ia dan temannya, Rumi, seringkali membuat sketsa wajah orang-orang yang ditemui secara acak setiap hari Minggu di kawasan Car Free Day Jakarta.

Jika sebelumnya mereka melakukannya secara gratis, kali ini mereka meminta satu buku sebagai imbalan. Buku yang terkumpul nantinya akan disumbangkan ke daerah atau sekolah-sekolah yang membutuhkan. Cara ini ternyata berhasil menarik lebih banyak donatur untuk menyumbang buku. Kegiatan pertama LBB dilakukan di Bandung.

Sketsa wajah jadi ucapan terima kasih untuk donatur buku. (Sumber: @lemaribukubuku/Instagram)
Sketsa wajah jadi ucapan terima kasih untuk donatur buku. (Sumber: @lemaribukubuku/Instagram)

Melalui project ini, Rukii mengaku ia jadi tahu tentang kondisi pendidikan di daerah-daerah terpencil di . Di sana, akses mendapatkan informasi, khususnya bagi anak-anak, tidaklah mudah karena harga buku yang semakin lama semakin mahal. Jika tidak mendapatkan bantuan buku, akan terjadi kesenjangan informasi antara anak-anak di pedalaman dan di kota. Mereka akan semakin tertinggal dan mudah dibodohi pihak tidak bertanggungjawab.

Karena itu, Rukii dan kawan-kawan sedang berusaha menjadikan project penggalangan buku ini sebagai kegiatan rutin. Saat ini, mereka mengejar target untuk bisa melakukan penggalangan buku dua kali dalam sebulan. Jika buku yang dikumpulkan sudah memenuhi target, mereka akan mengirimkannya ke daerah yang membutuhkan.

Pengiriman buku juga menjadi masalah tersendiri. Karena LBB merupakan gerakan independen, mereka harus mengumpukan dana dengan cara patungan. Saat ini, LBB membuka kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan independen yang banyak mengirimkan buku ke daerah-daerah terpencil.

Selain itu, kesempatan menjadi relawan dan donatur juga dibuka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin bergabung. Tak sulit jika ingin menghubungi LBB, Anda bisa mampir ke akun Instagramnya, @lemaribukubuku. Melalui Instagram pula, LBB biasa memberi informasi mengenai kegiatan menarik selanjutnya.

 

Penulis:

FB: Ayu Lestari

 

–Artikel ini diikutsertakan dalam yang diselenggarakan oleh The River Post – Berbagi Hanya yang Baik

Artikel dalam Topik Ini : << Dua Bapakku yang Lain“Orang Tak Berguna” di Dusun Bangunrejo >>