Masjid Mobile, Ketika Semua Tempat Ada(lah) Masjid….

Foto: Chacha R. Achadiat
Foto: Chacha R. Achadiat


Tadinya Rizal bingung mau shalat di mana. Dia sedang berjalan-jalan di sekitar taman Kota dan tak menemukan .

“Untung ada mobile masjid ini, jadi memudahkan saya untuk shalat,” kata Rizal.

Masjid Mobile adalah fasilitas ruang ibadah bergerak berbentuk kendaraan mobil yang disediakan oleh Yayasan Masjid Nusantara bekerja sama dengan Rumah Zakat. Masjid Mobile berkeliling ke pusat-pusat keramaian di Kota Bandung dan tempat-tempat yang minim fasilitas untuk beribadah.

“Kita ingin memberikan fasilitas sholat seperti layaknya masjid di tengah-tengah keramaian. Seperti di konser musik, pertandingan sepak bola, atau kegiatan-kegiatan festival makanan. Kadang tempat yang biasanya di keramaian-keramaian itu kita sulit menemukan tempat untuk sholat,” kata Direktur Yayasan Mesjid Nusantara, Hamzah Fatdri Ulhaq, sebagaimana dituturkan kepada kontributor River Post, Chacha R. Achadiat.

Mobile Masjid    -Foto: Yayasan Masjid Nusantara - masjidnusantara.org
Mobile Masjid -Foto: – masjidnusantara.org
 
Masjid Mobile dilengkapi berbagai perangkat ibadah shalat, seperti sajadah, karpet, sarung, mukena, hingga air untuk berwudhu. Selain untuk acara publik dan tempat pertemuan umum, Masjid Mobile ini juga diturunkan di wilayah yang mengalami kondisi darurat seperti bencana banjir dan sebagainya.

Foto: Yayasan Masjid Nusantara -- masjidnusantara.org
Foto: Yayasan Masjid Nusantara — masjidnusantara.org
 
Untuk sementara, Masjid Mobile yang dikelola Yayasan Masjid Nusantara baru ada di Kota Bandung. Rencananya, tahun ini akan bertambah satu unit mobil lagi yang ditempatkan di kota .

Foto: Yayasan Masjid Nusantara - masjidnusantara.org
Foto: Yayasan Masjid Nusantara – masjidnusantara.org
 
Untuk Anda yang ingin berkontribusi atau ingin membantu kelangsungan Masjid Mobile ini, silakan mengunjungi website Yayasan Masjid Nusantara di sini.
 

M Isfarani

anak magang di The River Post. Tugas utamanya sebenarnya bikin kopi dan beli nasi. Masih belajar menulis.