Menteri Kebahagiaan

Tampaknya, dengan pembentukan Kementrian Kebahagiaan yang dikelola oleh perempuan cerdas Ohood Al Roumi ini, masyarakat UAE akan semakin berbahagia. Tentu saja ini akan terlihat kontras dengan bagian lain di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik antar kelompok yang berkepanjangan. Semoga kebahagiaan di negeri kecil ini menjalar ke kawasan lain di sekitarnya, bahkan seluruh dunia. Amin.

Gubernur Jakarta dan Tukang Comro yang Hilang

Bagian ke 2 dari 2 artikel dalam Topik : Menuju Jakarta Baru (Lagi)

Sebagai pemantau, saya melihat ada banyak kandidat lain juga yang bisa menjadi pengganti Ahok. Tentu tak ada gubernur yang bisa sempurna, yang bisa sempurna hanya Andra and The Backbone. Saya tak bermasalah dengan cara Ahok berbicara, karena itulah gayanya. Hanya saja kadang saya tidak setuju dengan isi ucapannya, khususnya masalah kabel yang katanya sabotase.

Menjadi Cerdas di Dunia Maya

Melalui internet- social media, peluang anda untuk menjadi bodoh dan pintar sama besarnya. Otak anda bisa makin tumpul kalau setiap hari diasupi dengan beragam link berita atau status yang hanya berisikan hujatan, serangan atau celaan ke golongan tertentu. Atau Anda menjadi pemakai internet yang positif. Daripada ikut-ikutan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, Anda bisa menjadi pembelajar yang kritis.

Mengapa Bahasa Indonesia Penting?

Bagian ke 1 dari 3 artikel dalam Topik : Bahasa Indonesia & Kita

Para perumus bangsa Indonesia adalah pemimpin bangsa yang berhasil menggunakan bahasa untuk menyatukan wilayah-wilayah yang terpisah-pisah secara fisik. Kita bisa menggunakan Bahasa Indonesia di manapun di seluruh wilayah Indonesia. Tidak seperti di Belgia, bergerak beberapa kilometer ke Utara atau ke Selatan saja, sudah harus berganti bahasa.

Mantra di Punggung Aisha

Bagian ke 3 dari 3 artikel dalam Topik : Cerita LGBT

Jika belakangan pembicaraan tentang Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) ini kemudian menjadi ramai di media sosial, saya harus mahfum, dunia kian menua. Tabu-tabu kian menipis, pamali-pamali kian tersisih, segala dalih dan petuah-petuah dimunculkan seperti modul: kau bilang begini, jawabannya pun begini.