Tidak Paham

“Tadi di busway yg sesak, saya merelakan kursi saya untuk seorang bapak yg tertidur berdiri. Apakah saya orang baik?” “Mungkin tidak.” “Kenapa tidak? Bapak itu…

Tak Perlu Menangis

Kami hanya boleh menangis jika suatu saat kalah melawan keinginan khianat, atau gagal mendidik anak dan terpaksa melihatnya duduk di kursi terdakwa karena mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Barangkali Lupa

Selain Ine Febriyanti, tiga sutradara lain juga bekerja keras menyampaikan pesan anti-korupsi dalam film mereka, yaitu Emil Heradi (Rumah Perkara), Lasja F. Susatyo (Aku Padamu), dan Chairun Nissa (Psssttt… Jangan Bilang Siapa-siapa).

Semua film digarap dengan ide cerita yang sederhana, berangkat dari kejadian sehari-hari yang sering kita temui di sekitar kita. Lurah yang khianat di Rumah Perkara, anak muda kebelet nikah yang bimbang ingin menyogok petugas KUA di Aku Padamu, atau guru dan siswa yang doyan mencatut harga di Psssttt… Jangan Bilang Siapa-siapa.

Membayangkan Jakarta Besok

Selalu ada kelompok-kelompok kecil yang memimpikan perbaikan untuk kota ini, yang tidak puas hanya menjadi tukang teriak tanpa solusi. Mereka yang beranggapan untuk hidup di Jakarta tidak melulu harus menunggu uluran tangan pemerintah atau penyelenggara negara

Sisa Senyum

Mari kita doakan semoga beliau tetap bersih dan berani, seperti halnya kita tak putus-putusnya mendoakan diri sendiri, kadang dengan air mata yang menggenangi bulu mata karena saking tak mampunya kita untuk sekadar melawan hawa nafsu. Pak Abraham Samad menangani yang besar-besar, kita yang super-mikro. Pak Abraham dan pimpinan KPK lainnya bekerja keras untuk menyelamatkan kehidupan 200 juta lebih penduduk Indonesia dari kemaruknya segelintir orang pemakan pajak, aspal, dan besi beton.