Langkahi Empat Angkatan untuk Jadi Kapolri, Apa Prestasi Tito Karnavian?

Komjen Tito Karnavian  -- Foto: Ist
Komjen Tito Karnavian — Foto: Ist


Rabu (15/6), Presiden Joko Widodo sudah melayangkan surat kepada DPR RI berisi pengajuan Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik () untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti.
Pemilihan nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini cukup mengejutkan banyak pihak. Nama Tito tidak ada dalam daftar calon kapolri yang diusulkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri. Di antara nama-nama dalam daftar itu, Tito memang tergolong junior. Tito adalah alumnus terbaik Akademi Kepolisian angkatan 1987. Sementara dalam pertimbangan Kompolnas dan Wanjakti, ada empat angkatan yang berpeluang menjadi Kapolri, yaitu 1983, 1984, 1985, dan 1986. Badrodin Haiti sendiri yang akan memasuki masa pensiun adalah alumnus Akademi Kepolisian angkatan 1982.
Lalu apa sebenarnya prestasi Komjen Tito Karnavian sehingga membuatnya begitu kinclong di mata Presiden ?

Menurut CNN Indonesia, Tito tercatat beberapa kali mendapat kenaikan pangkat luar biasa berkat prestasi-prestasinya.
Tahun 2001, Tito memimpin Tim Kobra yang berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto yang buron dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifuddin. Kesuksesannya itu membuat Tito dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa.
Empat tahun kemudian, di tahun 2005, Tito lagi-lagi mendapat kenaikan pangkat luar biasa berkat keberhasilannya bersama Tim Detasemen Antiteror 88 (Densus 88) melumpuhkan teroris Dr. Azhari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur.
Tahun 2009, Tito juga terlibat dalam penumpasan kelompok teroris pimpinan Noordin M Top.

Sebelum menjadi Kepala BNPT, Tito pernah menjabat sebagai Kepala Polda Papua (2012) dan Kapolda Metro Jaya (2015).
Deretan keberhasilan itu, cukup untuk membuat Presiden Jokowi jatuh hati pada Tito. Namun, tentu ada pertimbangan-pertimbangan lain, misalnya mengapa Presiden tidak memilih Wakapolri Komjen Budi Gunawan yang disebut-sebut “dapat arisan” kali ini.

Untuk soal itu, biarlah lini masa dan Google yang akan menjawabnya…